Tak jauh dari sebelum2nya,agenda perjuangan perempua seperti keadilan terhadap perempuan,penegakan dan keadilan hukum dalam politik tak henti2nya menjadi persoalan yg belum ada habis2nya,ibarat dimana da perempuan disana muncullah problem.
Legalitas perempuan dlm pemilu dgn kuota 30% dianggap suatu kemenangan bagi para pengusung Gender yg menyerukan keadilan dan kesetaraan Gender.
Yg dimana dalam paradigma kapitalisme persoalan perempuan hanya dapat difahami dan diselesaikan sepenuhnya oleh kaum perempuan yakni melalui kebijakan yg berorientasi perempuan.kebijakan ini katanya hanya lahir dari kontribusi kaum perempuan.
Fenomena ini cukup menggambarkan bahwa perempuan memang besar dalam kuantitas dan bebannya namun tak cukup suara untuk memperjuangkan kepentingannya yg mana artinya berbagai kepetusun yg menyangkut hajat hidup dunia yg dibuat oleh para laki2 yg menguasai lebih dari 90% posisi penting artinya berbagai keputusan penting sangat boleh jadi mengabaikan kepentingan separuh warga dunia yg berjenis kelamin perempuan.contoh konkret KDRT yg mana pemicunya tak lain adalah struktur budaya.
Jelas ini bukan hal yg alamiah yg merupakan sebuah keniscayaan.contoh lain lagi di Ntb banyaknya perempuan buta aksara,TKW yg dikirim keluar negri dari tahun ke tahun yg hanya dipekerjakan sebagai PRT yg sudah cukup merendahkan negara dan bangsa kita..di lombok timur masbagik utara,sebagian besar penduduk perempuannya adalah buruh kangkung dgn upah Rp 2000 yg menyebabkan terjadinya eksploitasi anak2 khususnya anak perempuan dgn terjadinya pernikahan belia demi memperbaiki perekonomian yg ujung2nya melahirkan perceraian usia dini pula.
Upaya membangun kesadaran perempuan merupakan bagian yg tak terpisahkan dari upaya membangun masyarakat yg berdaulat.berbagai persoalan yg di hadapi perempuan menempatkan perempuan terutama perempuan pedesaan terhenti di satu titik bernama wilayah domestik.
Kebijakan yg dibuat oleh pemeritah nyatanya juga berimbas pada masyarakat yg jauh dipelosok desa,karna ketika pemerintah membuat suatu kebijakan penanaman modal asing yg diuntungkan adalah para memilik modal bukannya menguntungkan rakyat indonesia..apakah ini suatu kebetulan saja..?
Perempuan seringkali ketinggalan dalam hal pendidikan karna beban perekonomian yg membuat perempuan itu mencari celah dgn pikiran pendek tanpa memiliki kesadaran untuk melakukan sesuatu secara bersama,hanya disibukkan dgn urusan2 domestik dan beban ekonomi.sehingga tdk peduli dan tdk memiliki akses terhadap informasi,sehingga hidup adalah sesuatu yg harus dijalani tanpa perlu mempertanyakan apa yg terjadi meski berpengaruh terhadap kehidupannya.
Perempuan tdk berani mempertanyakan sebuah kebijakan yg tdk menguntungkannya kepada bupati atau kepala desa,apakah takut karna tdk tahu apa yg akan ditanyakan atau karna tdk ada yg menemani untuk mempertanyakan itu.
Sementara ketika memilih pemimpin entah daerah atau pusat,suara yg dikeluarkan oleh perempuan jarang sekali merupakan suara mereka sendiri melainkan suara laki2 dibelakangnya..apakah kemudian ini yg dinamakan Demokrasi,OF,BY and FOR the people jika nyata2nya Demokrasi lebih pantas disebut OF,BY and FOR the Man..dengan demikian dimana Demokrasi menuju kedaulatan perempuan..?sehingga secara fakta terlihat bahwa jargon Demokrasi ini adalah omong kosong,sebab yg berdaulat bukannya perempuan tapi laki2,bukannya yg berdaulat bangsa/rakyat tapi para elit wakil rakyat termasuk elit penguasa dan pengusaha bahkan kebijakan dan keputusan pemerintah sering di pengaruhi para pemilik modal baik lokal maupun asing sehingga demokrasi terlihat sebagai topeng ideologis yg melindungi tirani minoritas atau mayoritas padahal dalam peraktiknya yg berkuasa adalah sekelompok kecil atas kelompok besar yg lain..
persoalan perempuan tdk hanya menjadi milik perempuan saja akan tetapi seluruh komponen warga,karna disadari atau tdk,perempuan merupakan guru peradaban..! Bukan karena perempuan dipandang cakap untuk itu melainkan oleh karna dalam diri perempuan itu ada pengaruh besar yg paling membantu memajukan kesusilaan manusia dan besar pula akibatnya yg mampu membaikkan dan memburukkan kehidupan..
BANGKIT PEREMPUAN_PEREMPUAN INDONESIA..
Selengkapnya...
Jumat, 24 April 2009
DEMOKRASI & KEDAULATAN PEREMPUAN
Diposkan oleh LINA aza di 07:48 0 Comment Link ke posting ini
Sabtu, 21 Februari 2009
INSPIRING THOUGHTS

Anger is a condition in which
the tongue works faster than the mind.
You can't change the past,
but you can ruin the present
by worrying over the future.
The darkest moment of the night is just before dawn.
Keep your eyes wide open before marriage,
half shut afterwards.
All people smile in the same language.
A hug is a great gift... one size fits all.
It can be given for any occasion
and it's easy to exchange.
Everyone needs to be loved...
especially when they do not deserve it.
The real measure of a man's wealth
is what he has invested in eternity.
Love...and you shall be loved.
Everyone has beauty
but not everyone sees it.
It's important for parents to live
the same things they teach.
The best and most beautiful things in the world cannot be seen
or even touched. They must be felt with the heart.
If you fill your heart with regrets of yesterday and the worries of tomorrow,
you have no today to be thankful for.
Marriage is like a game of compromise.
When either one of the players stops compromising,
the game is about to end.
The choice you make today
will usually affect tomorrow.
Take time to laugh, for it is
the music of the soul.
If anyone speaks badly of you,
live so none will believe it.
Patience is the ability to idle your motor
when you feel like stripping your gears.
Love is strengthened by working
through conflicts together.
The best thing parents can do
for their children is to love each other.
Harsh words break no bones
but they do break hearts.
To get out of a difficulty,
one usually must go through it.
We take for granted the things
that we should be giving thanks for.
Love is the only thing that can be
divided without being diminished.
Happiness is enhanced by others
but does not depend upon others.
For every minute you are angry with someone,
you lose 60 seconds of happiness
that you can never get back.
Do what you can, for who you can,
with what you have, and where you are
Selengkapnya...
Diposkan oleh LINA aza di 03:26 1 Comment Link ke posting ini
Jumat, 13 Februari 2009
HIKMAH DALAM KEGAGALAN
Fakutas tarbiyah IAIH PANCOR kembali menggelar MUSBEM alias Musyawarah BEM yg bertempat di sebuah desa dibawah perbukitan yg memberikan peluang pula bagi para peserta musbem yg di hadiri oleh sebagian besar mahasiswa Himpunan mahasiswa jurusan PGMI n sebagian kecil dari HMJ lainnya yg berada di dlm lingkup fakultas tarbiyah IAIH pancor untuk berbaur dan menyatu langsung dengan alam di daerah perbukitan tersebut
Yaitu di dusun Lengkok Lendang desa Mamben kecamatan Aikmel.
Dalam musbem ini saya mencalonkan diri sebagai kandidat calon Ketua BEM fak tarbiyah sebgai salah satu balon dr HMJ PAI,setelah melalui berbagai frefikasi akhirnya saya lolos sebagai salah seorang calon dari 4 calon..setelah melalui berbagai proses dan kurangnya taktik konsolidasi kepada para peserta MUSBEM yg mana sebagian besar peserta adalah HMJ PGMI yang mana pada MUSBEM ini disebut dengan perang rasis,sementara dari jurusas saya ada 3 kandidat yg mencalonkan diri.saya gagal menjadi GUBENUR fakultas kurang 2 suara dengan kandidat yg terpilih.
Beberapa hal yg harus saya akui disini,ada rasa bangga ketika saya berani mencalonkan diri sebagai gubenur fakultas dlm Lingkup kampus IAIH,yg mana dalam kampus ini sendiri keberadaan mahasiswinya mau tdk mau harus saya akui bahwa tdk adanya kebebesan serta termarjinalkannya gerakan gerakan mahasiswi,karna selalu di balut dengan intepretasi agama yg keliru.ketika perempuan muslim hanya punya peluang hanya untuk menjadi pelengkap kebutuhan atau biasa disebut manusia kelas satu.
Melalui Musbem ini,pemahaman yg salah tersebut sudah mampu di fahami oleh mahasiswi dan mahasiswa yg hadir meskipun di lain hal saya tidak terpilih.
Ternyata dalam hidup,selalu ada hikmah yg kita temukan dalam seluruh perjalan kehidupan itu sendiri meskipun didalam kita mengalami kegagalan. sekalipun
ZIKIR,FIKIR,AMAL SOLEH
Selengkapnya...
Diposkan oleh LINA aza di 03:39 1 Comment Link ke posting ini
Minggu, 08 Februari 2009
MAHASISWA BERSUARA
mengutip suara mahasiswa yg tertindas"Ahyan SH MH,kami akan terus menjadi hantu2 yg mengganggu hari2 mu sampai kau akui kesalahanmu"..setelah lama bungkam,akhirnya mahasiswa Institut agama islam hamzanwadi(IAIH) melakukan sikap tegas untuk menurunkan PUREK III yg selama ini tdk pernah melaksanakan kerja sebagai PUREK,tdk pernah menghormati mahasiswa dgn selalu intervensi terhadap segala bentuk kerja mahasiswa dan selalu memandang keberadaan mahasiswa dengan sepihak saja.
Mahasiswa yg tergabung dalam Aliansi mahasiswa peduli IAIH dlm beberapa hari ini terus melakukan orasi_orasi ilmiah untuk menyadarkan PUREK III bpk Ahyan SH MH untk segera melakukan kerja2nya.keMarahan mahasiswa mencapai puncaknya ketika bpk Ahyan SH MH melantik seorang kandidat PRESMA/WAKIL tnpa dengan mengadakan PEMILU raya yang telah melanggar Hasil2 MUSMA IAIH.dan ketika mahasiswa meminta kepada PR III tersebut untk mencabut SK presma yg di lantik dan melaksanakan PEMILU,Beliau dengan garang mengatakan"tdk akan pernah mencabut SK dan tdk akan ada pemilu"dgn alasan tdk ada uang dan mengancam memecat mahasiswa yg termasuk dalam Aliansi ini karna telah di anggap membahayakan kedudukannya sebagai PUREK III yg juga berniat mengganti REKTOR IAIH yg kini menjabat sebagai GUBENUR NTB.
Semua itu semakin menyulut kemarahan mahasiswa.lalu kemanakah uang pembinaan sebesar 50rbu yg selama ini kami setor?mahasiswa perguruan tinggi berbasis pondok pesantren ini kembali melakukan aksi2 mereka untk menuntut keadilan akan hak2 mahasiswa yg telah dibelejeti oleh Ahyan SH MH dgn bersembunyi di balik baju sebagai PUREK III..mahasiswa yg terdiri menyatukan diri dlm aliansi mahasiswa peduli IAIH sampai hari ini masih menjalankan misi2nya untuk menurunkan PR III dan akan terus dijalankan sampai hak2 mereka yg sebagai mahasiswa terzolimi mendapat keadilan yg seharusnya milik Mahasiswa.
Dan untuk Ahyan SH MH selaku PUREK III,saya atas nama Lina yg tak lain adalah aliansi mahasiswa peduli IAIH akan terus menuntut hak2 saya yg berasal dari kucuran darah miskin orang tua saya untk menempatkannya pada layaknya.
USUL DITOLAK
TANPA DI TIMBANG
HANYA ADA SATU KATA
LAWAN...!!!
LAWAN...!!!
LAWAN...!!!
Selengkapnya...
Diposkan oleh LINA aza di 08:22 0 Comment Link ke posting ini
